Media Cyber Indonesia

Caption Foto : Kampanye dan sosialisasi antikorupsi terus digaungkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperkenalkan nilai-nilai antikorupsi kepada masyarakat. Salah satu cara yang KPK lakukan dengan menggandeng konten kreator lokal di Kota Palembang, Sumatera Selatan dalam rangkaian kegiatan Roadshow Bus KPK ‘Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi’, Sabtu (10/9). (Foto: KPK)

KPK Ajak Masyarakat Kota Palembang Hindari Korupsi

Palembang, Versanews – Kampanye dan sosialisasi antikorupsi terus digaungkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperkenalkan nilai-nilai antikorupsi kepada masyarakat. Salah satu cara yang KPK lakukan dengan menggandeng konten kreator lokal di Kota Palembang, Sumatera Selatan dalam rangkaian kegiatan Roadshow Bus KPK ‘Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi’, Sabtu (10/9).

Melalui kegiatan digital community gathering, KPK mempertemukan konten kreator lokal dari setiap kota untuk memberikan pemahaman sekaligus memaknai prinsip kejujuran dalam berkreativitas. Hal ini disampaikan Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Direktorat Sosialisasi dan Kampanye (Soskam) Antikorupsi, Kedeputian Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Dian Rachmawati.

“Di era digital seperti ini, kian banyak bermunculan konten kreator (key opinion leader) yang mudah ditemui di kota metropolitan. Selain berkreativitas, peran mereka tentu harus dibekali dengan pemahaman nilai-nilai antikorupsi atas karya yang membuat dirinya dibanggakan di daerah asalnya seperti di Palembang ini,” ungkap Dian.

Maka dari itu, KPK melalui Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi pada kesempatan tersebut lebih menekankan tentang prinsip kejujuran dalam berkreativitas, menjaga orisinalitas karya, inovasi, serta kerja keras untuk meningkatkan karir dalam dunia industri.

“Selain mengkampanyekan nilai antikorupsi bersama konten kreator, KPK juga memberikan pemahaman kepada mereka mengenai kebanggaan atas karya original yang telah mereka buat.  Terlebih memberi kesadaran agar mereka mampu memberikan pengaruh positif, khususnya di tanah kelahiran atau domisili mereka,” kata Dian.

Sebagai ajang saling berbagi pengalaman, Dian juga mendorong para konten kreator untuk membuat sebuah karya original yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Tidak ketinggalan dengan memperkuat nilai-nilai karakter pada generasi muda dengan sembilan nilai antikorupsi.

Oleh karenanya, kampanye perlu dilakukan mengingat pemberantasan korupsi di Indonesia tidak cukup hanya dengan melakukan tindakan represif. Namun juga memerlukan tindakan preventif atau pencegahan, sehingga perlu kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah untuk mendorong peran serta seluruh masyarakat untuk memahami nilai-nilai antikorupsi.

“Kampanye sosialisasi antikorupsi dapat dijalankan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan integritas yang ada di lingkungan masyarakat.  Kita kumpul untuk saling berdiskusi, sharing, bagaimana caranya memberantas korupsi yang tidak bisa dilakukan hanya dengan penindakan, masih diperlukan strategi-strategi lain diantaranya perbaikan sistem dan kesadaran, serta pemahaman atas sikap antikorupsi,” jelas Dian.

Dian juga menegaskan, kekuatan yang besar dalam memberikan pengaruh terhadap orang lain bisa dikemas dalam bentuk yang positif. Maka dampak yang diberikan akan baik kepada masyarakat dari masa sekarang hingga masa depan, serta kata-kata yang baik bisa disebarkan dalam bentuk produksi konten positif di media sosial.

Setelah kegiatan ini, para konten kreator mengatakan akan mencoba membuat berbagai konten positif mengenai integritas dan antikorupsi, dimulai dari hal-hal kecil di keseharian. Misalnya tentang kedisiplinan, contoh tindakan koruptif yang kerap terjadi adalah tidak disiplin waktu, atau tentang mencontek yang melanggar nilai integritas kejujuran.

Parak konten kreator juga mengakui, kegiatan ini berhasil membuka pemahaman mereka tentang kekuatan konten dalam memberikan dampak yang positif. “Ternyata pengaruhnya besar sekali, apalagi kami sebagai konten kreator harus pintar-pintar dalam mengolah konten, agar tidak menyinggung orang lain dan bisa dinikmati masyarakat secara luas,” kata Intan Sukma Utami.

About The Author