Media Cyber Indonesia

Efran. (Foto: Dok. Efran)
Caption Foto : Efran. (Foto: Dok. Efran)

Calonkan Diri Ketua IWO Sumsel, Efran: Pilih Saya Karena Allah

PALEMBANG – Efran, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mencalonkan diri sebagai kandidat Ketua IWO Sumsel. Dalam jumpa pers di Caramel Coffe pada Kamis (18/5/2023) malam, Efran menyatakan, “Pilih Saya karena Allah. Bukan karena gagasan saya. Bukan karena visi dan misi saya. Kalau visi dan misi bisa dibuat kapan dan oleh siapa saja. Tapi pilih saya karena Allah.”

Efran menyadari bahwa pernyataannya ini tidak terlepas dari risiko. Dia menyadari bahwa ujaran ini akan berdampak pada moralitas dan integritas dirinya ketika memegang jabatan Ketua IWO Sumsel periode 2022-2027. Efran menjelaskan, “Artinya, kalau saya berani mengatakan ‘pilih saya karena Allah’, berarti saya juga harus membangun akhlak dan adab diri saya terlebih dahulu dalam menjalani profesi saya, yang harus sesuai perintah Allah dan Rasul-Nya. Baru kemudian, saya harus menjalankan program IWO Sumsel ke depan yang sesuai dengan apa yang saya ucapkan itu.”

Ketika ditanya tentang langkah penting yang strategis untuk mewujudkan IWO Sumsel, Efran menegaskan bahwa pendidikan moral yang berbasis teknis sudah dilakukan melalui Kode Etik Wartawan (KEW). Namun, dia juga menyoroti bahwa pendidikan moral wartawan yang berbasis ibadah (vertikal) hampir terabaikan. Efran berpendapat bahwa IWO Sumsel di masa depan harus memberikan pendidikan moral yang intensif kepada wartawan yang berbasis religius, sehingga hati wartawan juga bermoral dan profesi wartawan tetap bermartabat di mata publik.

Efran juga mengakui bahwa sertifikasi wartawan dan verifikasi media oleh Dewan Pers hanya merupakan aspek administratif-legal formal, bukan ukuran moralitas atau integritas wartawan dan media. Dia menegaskan bahwa sertifikasi tidak menjamin wartawan akan berakhlak dan beradab dalam menjalankan profesinya. Menanggapi pernyataan Efran, Imron Supriyadi, jurnalis senior Sumsel, menyatakan bahwa gagasan yang disampaikan harus ideal dan berdasarkan norma-norma yang berlaku.

Imron menekankan bahwa ide atau gagasan tersebut hanya akan terwujud jika dilakukan oleh tim yang solid dan terstruktur. Dia menekankan pentingnya perencanaan strategis yang sistematis dan terukur untuk mewujudkan ide-ide tersebut. Menurutnya, tantangan ke depan bagi IWO adalah membangun tim yang solid dan terstruktur, sehingga ide dan gagasan yang disampaikan tidak hanya menjadi wacana dan legenda.

About The Author