Media Cyber Indonesia

Caption Foto : Percepatan Penanganan Illegal Drilling (Instagram.com/@humas_provsumsel)

Gubernur Sumsel Herman Deru Percepat Penanganan Ilegal Drilling

PALEMBANG – Upaya Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam melakukan percepatan dan penanggulangan illegal drilling di daerah ini mendapatkan dukungan semua pihak.

Bahkan, Satgas khusus pencegahan Tindakan Pidana Korupsi (Tipikor) Polri, SKK Migas, pelaku bisnis hingga masyarakat, ambil bagian dalam upaya penanganan illegal drilling tersebut.

“Soal penanganan illegal drilling ini bukan hanya bicara Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP). Tapi misi kemanusiaan yang memang harus dilakukan,” kata Herman Deru ketika membuka Focus Group Discussion (FGD) terkait illegal drilling, di Hotel Novotel Palembang, Selasa (11/07/23).

Dimana, Lanjutan illegal drilling memiliki dampak sangat luas, mulai dari keselamatan masyarakat hingga pencemaran lingkungan.

Menurutnya, Satgas percepatan dan penanggulangan illegal drilling harus segera memetakan keberadaan sumur minyak ilegal sehingga tidak bertambah banyak dan semakin susah diatasi.

“Ada 4 kabupaten yang berpotensi ilegal drilling di Sumsel ini seperti Musi Banyuasin, Pali Muara Enim dan Muratara Bahkan di Musi Banyuasin sendiri terdeteksi sudah ada 7 ribu lebih sumur minyak ilegal yang dikelolah secara sembarangan,” tambahnya.

Dia menyebut, pengelolaan sumur minyak secara sembarangan itu akibat dari tidak adanya pengetahuan masyarakat terkait hal itu.

Menjamurnya ilegal drilling di Sumsel diduga karena permintaan yang cukup tinggi atas minyak tersebut.

Dia pun berharap, FGD ini dapat menghasilkan strategi dalam menangani illegal drilling di Sumsel serta menjadi acuan bagi pemangku kepentingan dalam melakukan pembenahan terkait ilegal drilling ini, tanpa mengenyampingkan upaya untuk mensejahterakan masyarakat.

Diketahui, FGD terkait ilegal drilling ini juga dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Satgas Khusus Pencegahan Tipikor Polri Novel Baswedan.

Dimana Novel mengemukakan, jika ilegal drilling merupakan aktivitas yang berkaitan erat dengan Tipikor.***

About The Author