Soal Penembakan Wartawan, SMSI Pusat Temui MPR RI

0
139

Jakarta – Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus, Minggu (20/6) temui Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani meminta secara politik, mendesak pemerintah dalam hal ini kepolisian agar menuntaskan penyelidikan dan penyidikan kasus penembakan terhadap Mara Salem Harahap (42), Wartawan dan Pemimpin Redaksi Lassernews.today.com, Jumat malam, (18/06/21).

Ahmad Muzani politisi Partai Gerindra ini mengatakan, peristiwa penembakan ini bukan hanya pembunuhan terhadap Mara Salem Harahap alias Marsal, tetapi melukai banyak hal, terutama kalangan pers, dan demokrasi.

- Advertisement -

“Penyelidikan kasus ini harus dilakukan serius dan tuntas. Apapun latar belakang kejadiannya. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) perlu turun tangan untuk membentuk tim pencari fakta,” kata Ahmad Muzani saat menerima Tim SMSI di rumahnya, Islamic Village, Kelapa Dua, Tangerang.

“Pembunuhan ini juga merupakan ancaman terhadap negara,” kata Ahmad Muzani.

Menurut Firdaus, penembakan yang menewaskan Marsal ini bukan semata-mata kejahatan biasa, tetapi perbuatan keji yang berdampak luas terhadap perkembangan demokrasi.

“Penembakan itu selain membunuh orang pers, juga mengancam karakter demokrasi yang dikembangkan oleh pers. Kita tahu pers adalah pilar ke-4 demokrasi yang selain mengontrol jalannya demokrasi, juga pelaksana demokrasi,” kata Firdaus yang didampingi Sekretaris Jenderal SMSI Mohammad Nasir, dan anggota Dewan Penasihat SMSI Pusat Ervik Ary Susanto.

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus, Minggu (20/6) menemui Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani, didampingi oleh M. Nasir (Sekjend SMSI Pusat), Ervik Susanto (Anggota Dewan Penasehat SMSI Pusat) meminta secara politik, mendesak pemerintah dalam hal ini kepolisian agar menuntaskan penyelidikan dan penyidikan kasus penembakan terhadap Mara Salem Harahap (42), wartawan dan Pemimpin Redaksi Lassernews.today.com, Jumat malam, 18/06/21). Photo: SMSI Pusat.

Muzani sepakat dengan sikap Firdaus bahwa kepolisian harus segera menyelesaikan secara tuntas penanganan kasus penembakan Marsal. Tidak ada alasan lagi kasus penembakan orang tidak diusut.

“Harus diusut tuntas. Adili pelakunya,” kata Muzani.

Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, Sabtu (19/6) juga mengecam penembakan terhadap Marsal.

“Sebuah kabar duka kembali mewarnai kehidupan pers Indonesia. Pemimpin Redaksi LasserNewsToday, Mara Salem Harahap meninggal dunia Sabtu Juni 2021,” demikian surat pernyataan Dewan Pers yang ditandatangani Mohammad Nuh.

Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh mengecam penembakan terhadap Marsal.

Nuh juga mendesak aparat kepolisian segera menyelidiki kasus ini secara serius dan seksama.

“Pelaku dan motif pembunuhan harus diungkapkan. Rasa keadilan keluarga Mara Salem Harahap juga harus ditegakkan.” ujarnya.

NUH menghimbau agar segenap komunitas pers Sumatera Utara memperhatikan masalah pembunuhan Marsal dan secara proporsional membantu aparat kepolisian untuk mencari bukti-bukti dan mengungkap fakta.
 
Mara Salem ditembak orang yang belum diketahui identitasnya, di dalam mobilnya yang diperkirakan dalam perjalanan pulang menuju rumahnya di Desa Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun. Marsal mengalami dua luka sehingga nyawanya tidak tertolong.

Kasus penembakan Marsal pekan ini bukan satu-satunya. Sebelumnya terjadi beberapa kali penyerangan terhadap awak media di Sumatera.

Menurut catatan, pada 29 Mei 2021 terjadi kasus pembakaran rumah Abdul Kohar Lubis wartawan Linktoday.com di Kota Pematang Siantar.

Kemudian 31 Mei, mobil jurnalis Metro TV Pujianto dibakar oleh orang yang tidak dikenal di Sergai. Kemudian 13 Juni 2021, rumah orangtua wartawan di Binjai juga dibakar oleh orang tidak dikenal.

Dalam surat pernyataan Dewan Pers, 19 Juni 2021, dijelaskan, semua pihak yang merasa dirugikan pers agar menempuh prosedur penyelesaian sengketa pers seperti yang telah diatur dalam Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999, dan Peraturan Dewan Pers.

Dewan Pers juga meminta segenap unsur pers nasional untuk senantiasa mengutamakan keselamatan diri dan menaati Kode Etik Jurnalistik dalam menjalankan tugas sebagai wartawan.

Sementara itu, ditempat terpisah, Wasekjend External Serikat Media Siber Indonesia (SMSI Pusat) Heru Siswanto, yang juga anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), saat dimintai tanggapan perihal insiden penembakan Wartawan yang terjadi secara tegas mengutuk keras insiden penembakan wartawan tersebut, menurutnya insiden ini benar-benar melukai hati seluruh insan pers tidak hanya di Sumut dan Indonesia tapi juga dunia pers, heru yakin dan meminta aparat kepolisian dapat segera mengusut tuntas insiden tersebut serta menemukan pelakunya untuk diadili.

Wasekjend External Serikat Media Siber Indonesia (SMSI Pusat) Heru Siswanto. Photo: Dok.

“Benar benar keji, mengutuk keras insiden penembakan tersebut, seluruh insan pers pasti berduka, tidak hanya di sana (Sumut), Indonesia tapi juga dunia pers. Saya yakin, aparat dapat segera menangkap pelaku dan menyeret pelaku untuk diadili atas perbuatan kejinya, serta berharap kekerasan terhadap insan pers tidak terjadi lagi kedepannya. SMSI telah bersikap mengutuk keras kekejian ini, Ketua Umum SMSI Firdaus, telah menemui Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani meminta secara politik, mendesak pemerintah dalam hal ini kepolisian agar menuntaskan penyelidikan dan penyidikan kasus penembakan terhadap Mara Salem Harahap”, ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here