Menurut UNESCO dan UNICEF, inisiatif Kemendikbudristek untuk membawa laporan hasil G20 EdWG ke TES merupakan strategi yang sangat tepat dalam rangka memprioritaskan pemulihan sistem pendidikan dunia dari dampak pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama lebih dari dua tahun. UNESCO juga mendorong dilibatkannya prinsip gotong royong sebagai kerangka kerja dalam laporan tersebut.
Chair G20 EdWG, Iwan Syahril, mengatakan melalui pertemuan G20 EdWG ini, Kemendikbudristek sangat mengharapkan partisipasi aktif dalam upaya global memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata, serta mempromosikan kesempatan belajar secara berkelanjutan untuk semua. “Dalam hal ini, kami percaya, pertemuan G20 EdWG ini akan menjadi momen bersejarah dalam perjalanan kita menuju dunia yang lebih baik di masa yang akan datang,” katanya.
Troika Co-chair G20 EdWG dari Italia, Gianluca Grandi, mengapresiasi kepemimpinan dan komitmen Kemendikbudristek dalam EdWG G20. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presidensi Indonesia dan Ketua G20 EdWG atas komitmen selama masa presidensi untuk melindungi dan meningkatkan peran pendidikan demi kehidupan masyarakat dunia yang berkelanjutan dan damai,” ucap Gianluca Grandi.
Sebelumnya, agenda hari pertama pertemuan kedua G20 EdWG telah diawali dengan penyampaian tanggapan terhadap laporan G20 EdWG 2022 yang diharapkan menjadi referensi bagi negara-negara di dunia dalam upaya global memulihkan sektor pendidikan. (Desliana Maulipaksi)







